Pelayanan Informasi Berbasis Mobile

Jumlah penduduk di Indonesia saat ini mencapai 250 juta jiwa. Pengguna smartphone di Indonesia juga tumbuh pesat. Lembaga riset digital marketing emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Menurut hasil riset Google pengguna smartphone di Indonesia dikategorikan sebagai kelompok social driven. Ini tidak lepas dari prilaku umum para pengguna smartphone di Indonesia yang sebagian besar menggunakan smartphone sebagai alat untuk mengembangkan hubungan sosial, semisal aktivitas media sosial dan chat / mengobrol.

Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk smartphone dan tab yang dikembangkan oleh perusahaan Android,Inc dengan pembiayaan penuh dari Google. Google kemudian mengambil alih perusahaan Android pada tahun 2005. Satu hal yang menarik adalah Android dikembangkan dengan model sumber terbuka / open source dan bebas berbayar alias gratis. Hal inilah yang menyebabkan perangkat mobile, seperti smartphone atau tab, yang berbasis Android berharga murah. Versi Android yang terakhir adalah Nougat.

Sebagai suatu sistem operasi yang berbiaya murah, maka jumlah pengembang / developer aplikasi yang berbasis Android cukup banyak. Selain itu Google sebagai perusahaan pengembang Android juga memberikan banyak pustaka / library, agar para pengembang / developer dapat membuat aplikasi berbasis mobile yang mempunyai banyak kelebihan.

Salah satu kelebihan dari pustaka / library Android adalah kemampuannya untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan basis data / database yang dibuat menggunakan Relational Data Base Management System (RDBMS) seperti MySQL. Seperti yang diketahui website – website di Internet yang berperan sebagai portal berita, atau yang berorientasi kepada pengolahan data, sebagian besar basis datanya di bentuk menggunakan MySQL.

Pengembangan sistem informasi bukan hanya berorientasi kepada penyebaran berita secara online, namun juga bisa merambah kepada bidang bisnis dan pemerintahan. Pada bidang pemerintahan misalnya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sedang melakukan kegiatan terkait dengan tugas pokok dan fungsinya, maka PNS tersebut tinggal melakukan login ke dalam sistem, kemudian mengisi formulir online terkait pelaporan kegiatan. Selanjutnya sistem akan melakukan penyimpanan data – data terkait pelaporan kegiatan hingga titik koordinat dimana PNS tersebut melakukan kegiatan ke server penyimpanan data. Hal ini tentu akan mempermudah proses pelaporan kegiatan PNS yang biasanya akan menjadi 'pekerjaan rumah' terbesar di akhir tahun.

Pada bidang bisnis, seorang petani yang akan menjual hasil panennya tinggal mengunggah foto hasil panen beserta harga melalui aplikasi. Aplikasi kemudian menyimpan data – data tersebut ke server. Pembeli yang tergabung suatu aplikasi yang sama tinggal melihat dan apabila tertarik maka cukup bertransaksi melalui aplikasi tersebut. Mudah bukan, hanya dalam satu perangkat dengan ukuran kecil. Masih banyak contoh kasus lain yang dapat diterapkan pada aplikasi berbasis mobile ini, contohnya adalah pengurusan ijin dan lain sebagainya.

Jika aplikasi pelayanan informasi berbasis ini begitu menarik hati, tantangan yang muncul khususnya pada daerah kita di Kabupaten Sumbawa Barat adalah berapa area yang sudah dapat dijangkau oleh internet. Mengingat aplikasi ini membutuhkan koneksi internet. Hal ini tentu akan menjadi pekerjaan rumah bagi SKPD yang bersangkutan. Namun untuk maju, bolehlah kita mengambil prinsip 'kalau bukan sekarang kapan lagi'. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru