TTG Dalam Mempercepat Membangun Rakyat Miskin

Mataram (Rengganis), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT)  Eko Putro Sanjoyo bersama Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi membuka secara resmi Gelar Tehhnologo Tepat Guna ( TTG ) ke XVIII tahun 2016 jadi ajang investor, peserta berbagai daerah di indonesia memamerkan Tehnologi Tepat Guna dibidang pertanian, perikanan, pengolahan limbah, energi, hingga tehnologi di bidang kesehatan. Pembukaan Gelar Tehnologi Nasional ke XVIII dipusatkan di halaman Islamic Center beberapa hari yang lalu.

Dalam sambutannya Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( PDTT ) Eko Putro Sandjojo bersama Gubernur NTB THG. HM. Zainul Majdi menyampaikan untuk saling tukar menukar penemuan kita, indonesia mempunyai 2 lahan tropis nomor 2 didunia, mempunyai garis terbesar didunia jumlah penduduk nomor 4 didunia, negara demokrasi terbesar didunia, suku budaya terbesar didunia didunia 5 ribu suku, 1200 adat istiadat. Indonesia menjadi kekuatan ekonomi didunia, kekuatan ekonomi no.16 terbesar didunia, di eropa banyak negara maju hanya 4 negara yang masuk dalam jajaran G.20 Belanda,inggris, Jerman, Italia, Indonesia kalau bisa pertahankan ekonomi seperti ini kekauatan ekonomi antara nomor 5 atau nomor 7 terbesar didunia.

Eko Saputro Sanjoyo mengangkat nawacitanya terkait dengan mempercepat membangun rakyat miskin di Desa-desa tertinggal, membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat desa dan daerah kerangka NKRI 74. 954 Desa dan memmpunyai keunikan masing-masing ada desa kaya, ada yang miskin, ada pula desa yang subur dan tandus, oleh karena demikian pemerintah memberikan kewenangan langsung kepada desa untuk administrasi, mengelola masyarakat desa, ekonomi desa yang paling tahu kekurangan yaitu masyarakat desa. Eko Saputro barharap di oleh Gubernur Bupati/Walikota Camat seluruh indonesia harapnya.

Eko Saputro berharap supaya desa lebih maju risors 2000 APBN lebih akan mubajir kalau tidak tepat sasaran, indonesia yang pertama didunia yang mengelola ekonomi seluruh dunia negara lain melihat indonesia sebagai contoh kalau indonesia berhasil akan ditiru negara-negara berkembang lainnya didunia. Terkait dengan di indonesia 80% hidup di sektor pertanian mulai dari sarana produksi sampai sarana panen bagaimana mengakomodir petani-petani yang kecil kalau tidak difasilitasi tidak punya kesempatan untuk mendapat sarana produksinya besar paskah panennya rata-rata desa tersebut makmur tidak hanya petani ada buruh, sopir, warung tumbuh warung-warung tumbuh pedapatannya sampai 3.jura di desa yang fokus diskala ekonomi besar.

Terkait pertumbuhan ekonomi ada desa yang tidak fokus harga kosnya tinggi harga jualnya rendah Eko Saputro berharap kepada Gubernur Bupati/Walikota arahkan desa-desa masing-masing fokus pariwisata fokus pariwita, kalau pertanian fokus pertanian, perikanan, sehingg mempunyai skala produksi yang cukup supaya harganya tidak jatuh. Saat ini ada 125 daerah tertinggal dalam RPJM di targetkan sampai tahun 2019, 80 desa tertinggal bisa menjadi desa mandiri, 2 tahun ini 35 daerah sudah dientaskan dari 80 dari target akselerasinya lebih cepat dengan fokus wangfilis wangprodagks yakin target 80 bisa dicapai tahun 2019 akan capai seluruhnya.

Terkait pertanian 1 tahun menanam 1, 4 kali seharusnya bisa 3-4 kali ada air dan ada tehnologi mudah-mudahan ada inventor ini 1 tahun bisa 4kali dengan adanya ternologi, dana desa tahun depan dinaikan dari 46, 7,8T menjadi 60T, 20T dipakai untuk membuat embung desa. Eko Saputro beharap kepada Bupati/Walikota Gubernur, Camat dikawal 300-500 juta untuk bikin embung 15-30 meter pada saat musim kemarau air masih ada sehingga musin kemarau pertanian masih bisa diairi sehingga naik 2x lipat hasil pertanian. Menteri pertanian untuk setiap embung dikasih pompa air untuk setiap desa yang fokus dikasih bibit gratis bawang,jagung,kopi, padi, oleh Kementerian Pertanian. Kementerian desa ini membangun desa ini dibantu oleh 19 Kemeterian dan lembaga lainnya.

Embun tersebut diatas tidak hanya mengairi irigasi saja bisa dimamfaatkan untuk perikanan menambah pendapatan desa masing-masing ada yang lebih kreatif lagi embun dijadikan pariwisata pemancingan, sarana wisata air, dengan adanya pariwisa tersebut untuk tempat jualan oleh Bundes sehingga ibu-ibu berjualan embun tersebut bisa menjual kerajinan sehingga mendapat hasil 2x lipat setiap tahun untuk menambah pendapatan masyarakat desa. Ada salah 1 desa tertinggal ada kolam renang tradisionil pake batu alam didesa tersebut tidak ada kali cuman ada sumber air kolam tersebut sebelumnya menapat hasil 5 juta 1 tahun tidak cukup untuk gali pegawenya karena ada kreatifitas mengisi ikan yang banyak kemudian ditaro bangke motor didalam kolam tersebut dalamnya 3 meter didalam itu diisi sofa sepeda didalam itu bukan snorkling atau berenang walaupun diponggok rasanya ada dipundaknya ikannya banyak ada karang, ada Pohon  sehingga pendapatan sebelumnya 6, M 1 tahun keuntungan 3M 1 tahun Badan Usahan melik desa pendapatan dari dana desa dari pusat 700 juta saat keuntungan 700 juta sebulan keuntungan bisa memberikan bantuan yang lain agae sekitarnya makmur saat ini desa yang maju itu menjadi desa studi banding untuk daerah-daerah lain dan  pendapatannya saat ini  1 tahun 10M.

Eko Saptro berharap Gubernur Bapati/Waliokta Camat setiap desa harus ada Bumdes karena Bumdes dialokasikan 100-200 juta nanti bisa dilefring ke Bank ada bantuan traktor dikasih ke Bumdes dieswa oleh petani lebih murah traktor tersebut bisa dijaminkan ke BUMN untuk beli 1 traktor lagi dikasih 10 bisa menjadi 20 traktor Bumdes bisa memberikan kredit untuk masyarakat BNI, BRI membuat program untuk bantuan desa sehingga Bumdes bisa menjadi agen transaksi keuangan di desa-desa itu potensinya besar di Bumdes, kalau bisa masyarak desa itu fakus pendapatan 100 juta bisa pendapatan 2 juta 1 orang 1 bulan angkatan kerja 5 tahun kemudian 100 kerja 100 juta angkatan kerja di desa rata-rata pendapatan 2 juta kalau fokus desa itu akan pendapatan 200 Triliun 1 bulan paling sedikit akan menciptakan tingkat konsumsi 5 x lipat pendapatan masyarakat desa mendapat komsumsi power 1000 T 1 bulan i tahun 12 T APBN tahun 2016 ini hanya 2 ribu Triliun pendapatan 2 juta saja 6x APBN indonesia sekarang akan membuat lapangan kerja di kota desa merupakan tambang mas yang belum digarap ungkapnya.

Eko Saptro mengajak menggarap desa dengan  adanya embun dengan adanya dana desa yang besar dengan adanya Bumdes bisa kita bisa berkembang akan lebih efektif lagi dengan sentuhan teknologi, dengan Gelar Teknologi ini bukan hanya untuk meciptakan penghargaan harus gerakkan tehnologi ini di desa desa dan minta kepada media agar dibantu sekarang bicara politik dan selebritis liputan desa dan inventor kurang untuk masa depan generasi untuk menjadi makmur supaya prodagnya bisa dipake dari desa-desa kita pembangunan desa saat sedang dikembangakan dan desa menjadi motor pembangunan. Muhamad........LA () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru