KAMPUNG MEDIA, SEBAGAI WADAH CURHAT

Setelah saya mengenal Kampung Media dari salah seorang pengelola Kampung Media Sambang Kampung (Masyhuri,SE) beberapa bulan yang lalu tepatnya pada bulan Februari 2014. Ketika itu bapak Masyhuri,SE membawa SK mutasi sebagai guru SMKN 1 Sambelia yang sebelumnya mengajar di SMKN 1 Seteluk Sumbawa Barat. Awalnya saya merasa heran, bingung dan tidak mengerti dengan aktivitas yang dilakukannya, yang menurut saya saat itu apa yang dilakukan tidak seperti yang kami lakukan sebelumnya dan menurut kami aneh sekali yaitu setiap ada kegiatan di sekolah pak Masyhuri,SE selalu menulisnya. Saya sempat berpikiran yang negatiflah sebelum akhirya dijelaskan, pikiran saya dengan teman-teman saat itu, kok orang ini sok banget ya, memangnya dia aja yang paling kenal IT, sok-sok memamer-mamerkan kemampuannya, memamer-mamerkan aipednya, guru sok jadi wartawan dan lain sebagainya pemikiran kami (mohon maaf sebelumnya).

Namun setelah kami duduk bareng dan berdiskusi kemudian diberikan pejelasan oleh pak Masyhuri,SE bahwa beliau merupakan anggota Kampung Media yang menulis setaip kejadian merupakan berita yang dikirim ke Kampung Media sebagai bahan informasi publik kepada para pemegang kebijakan baik Pemerintah maupun pihak Swata dan dapat pula berfungsi sebagai Wadah untuk  Curhat ungkapnya, akhirnya saya merasa tertarik dan meminta bantuan pak Masyhuri,SE untuk mendaftarkan saya sebagai anggota/jurnalis Kampung Media. Setelah mendaftar saya belum sempat menulis karena banyaknya kegiatan di sekolah, sehingga saya pun lupa dengan dengan email dan paswod saya dan akhirnya hampir sebulan saya tidak menulis di Kampung Media dari sejak mendaftar. Ternyata setelah saya pikirkan hampir sebulan tersebut akhirnya saya inget juga dan saya mulai menulis dan mempublis berita yang awalnya tulisan saya berjudul “Merubah Karakter”.

Setelah saya bergabung dan mulai menulis beberapa berita, saya merasakan keberadaan Kampung Media memberikan nuansa yang baru, dimana kita dapat menyampaikan beberapa ide, gagasan,keluhan yang ada dibenak kita yang masih terganjal karena adanya hal atau peristiwa penting yang terjadi pada diri kita, keluarga maupun masyarakat yang selama ini tidak bisa kita sampaikan sebagai bentuk protesan, kritikan, masukan dan saran terhadap kebijakan, baik kebijakan dalam keluarga, masayarakat, pihak swasta maupun kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kenyataan yang logika.

Pada prinsipnya saya sebenarnya juga merasa Kecewa Mengenal Kampung Media yang sudah lama beroperasi dan eksis di Dunia Maya sebagai media penyampaian berita, bayangkan keberadaannya sudah enam tahun berjalan baru saya dapat bergabung, kenapa saya berpikran seperti itu karena andaikan saya lebih awal mengenal Kampung Media tentu banyak hal/peristiwa yang dapat saya sampaikan sehingga perasaan saya yang gaduh, kesal, sedih, maupun yang senang dapat saya sampaikan, sehingga peran Kampung Media bagi saya adalah Wadah Untuk Curhat. Memang kita tidak langsung bertatap muka dengan teman-teman ataupun orang-orang yang kita maksud akan tetapi dengan mengeluarkan semua perasaan dan pikiran, baik maupun buruk yang selama ini kita pendam atau menganjal dalam benak kita, tentu menjadi sebuah polemik yang berkepanjangan bahkan dapat menimbulkan bencana pada diri, bahkan pula tidak menutup kemungkin akan menjadi penyakit yang berat menimpa diri kita seperti strek, eh salah maksudnya “stuk” hehehe…. Karena jika perasaan dan idea tau pikiran yang ada pada benak tidak dapat dicurhatkan maka tidak menutup kemungkinan rasa benci dan kesal akan selalu menghantui diri kita dan tidak akan memaafkan orang yang telah berbuat jolim terhadap diri kita.

Namun Alhamdulillah melalui Kampung Media ini kita dapat berkomunikasi dengan teman-teman, apalagi setaip ada tulisan yang kita publis selalu ditanggapi oleh rekan-rekan Kampung Media dan memberikan rasa lega ketika rekan-rekan Kampung Media memberikan tanggapan yang positif yaitu berupa saran, kritikan dan masukan yang menjurus pada solusi penyelesaian masalah membuat hati kita menjadi lega….

Terlebih-lebihnya ketika tanggapan itu disampaikan oleh Guru Besar kita Bapak Kepala Kampung Median Bapak Fairuz Abadi yang selalu pertama kali memberikan komentar atau tanggapan setiap tulisan saya, seolah saya sudah mendapat solusi dengan ungkapan bahasa yang sederhana yaitu sebaiknya agar kita selalu harus bersabar mengahadapi masalah, wao mantab dan jitu.

Apalagi beberapa kali pertemuan bersama Bapak Kepala Kampung, saya merasa bangga dengan wawasannya yang luas walaupun penyampaiannya dengan tutur katanya canda dan tawa, namun materi yang disampaikan sangat berbobot dan tidak memandang dengan siapapun berkomunikasi, karakter canda dan tawanya selalu ia tunjukan begitu juga ketika menghadiri undangan Gubernur NTB TGB.DR.H.M.Zainul Majdi,MA di Pendopo Gubernur perilakunya tidak hilang Abu Macel tersebut, hehehe….. Begitu juga ketika menghadiri pertemuan Temu Kreatif Lombok Timur di SMKN 1 Pringgabaya, karaternya pun tidak berubah seperti lirik lagu yang berbunyi “aku tetap seperti yang dulu” hehehe….keren dan mantab lagi.

Kini semua unek-unek, ide, gagasan maupun peristiwa yang saya alami baik secara pribadi, di lingkungan kerja maupun di masyarakat selalu saya berbagi untuk curhatkan pada Kampung Media, walaupun sistematika bahasa dan isinya tidak memenuhi satandar jurnalis, akan tetapi semoga rekan-rekan dan Bapak Kepala Kampung memaklumi kekurangan tersebut dan jika ada pelatihan jurnalis Kampung Media agar kira saya tidak dilupakan, bukan berarti harus diperioritaskan akan tetapi bisa diikutsertkanlah, sehingga kekurangan yang saya miliki nantinya dapat disempurna seperti yang diharapkan, baik dari segi karateristik tulisan, susunan bahasa, tanda baca, makna isi dan lain sebagainya.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak kepada Kampung Media yang mau menerima saya (KM.Sambelia) sebagai bagian dari orang kampung yang bukan kampungan untuk menyampaikan berita walau hanya satu kalimat saja. Walaupun awalnya saya kecewa  terhadap Kampung Media karena terlambat menjadi bagian Kampung Media, akan tetapi saya kembalikan pada nasib ya nasib…….? Nasi udah jadi bubur harus bilang apa ketimbang tidak sama sekali tidak mengenal Kampung Media, wah tentu akan lebih parah lagi hahaha….saya bersyukurrrrrrr seperti lirik lagu “bersyukur….kepada Allah…bersyukur sepanjang masa…”hehehe…..asyikkkk…(Alpan) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru