logoblog

Cari

IDF, Teknologi Dan Pekerjaan Masa Depan

IDF, Teknologi Dan Pekerjaan Masa Depan

Tak berapa lama lagi, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030. Saat ini perubahan struktur masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan.

Teknologi

suryadi jamie
Oleh suryadi jamie
13 Maret, 2019 15:17:26
Teknologi
Komentar: 0
Dibaca: 2414 Kali

Tak berapa lama lagi, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030. Saat ini perubahan struktur masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan. Istilah kaum milenial bagi mereka yang berusia 19 sampai 30 tahun kini banyak mewarnai dinamika perubahan tersebut. Bahkan, banyak diantara mereka telah menempati posisi sebagai penentu kebijakan maupun perubahan secara sosial, ekonomi dan lainnya.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menggelar konferensi internasional, Indonesia Development Forum (IDF) 2019 dengan tajuk Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan  untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif. Topik ini dipilih didasarkan pada proyeksi penduduk usia produktif sekitar 200 juta orang menjelang 2030. Angka ini sekitar 68 persen dari jumlah populasi sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi usia produktif terbesar di Asia Tenggara. Ini berarti peluang mendorong pertumbuhan ekonomi bila Indonesia dapat menciptakan peluang kerja yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan angkatan kerja yang akan makin bertambah pula jumlahnya.

Salah satu tantangannya adalah revolusi industri 4.0 dengan platform teknologi yang pesat. Mempersiapkan para pekerja masa depan, menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan transformasi structural adalah upaya yang ingin dicapai melalui konferensi ini dengan cara berpikir dan pendekatan yang baru. Sejak pertamakali diadakan pada 2017, Bappenas dan pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) mempertemukan para pemimpin dari pemerintahan, swasta, akademisi dan masyarakat sipil untuk membahas solusi tantangan utama pembangunan. Dari struktur cara berpikir forum IDF yakni Inspire, Imagine, Innovative dan Initiative, forum diharapkan dapat menghasilkan rumusan rekomendasi kebijakan yang konkrit dan rencana aksi.

Indonesia Development Forum yang ketiga akan dilaksanakan pada 22 – 23 Juli mendatang dengan membuka pengajuan proposal topik dari delapan topik utama seperti, Mempercepat Transformasi Struktural, Reformasi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Pekerjaan Masa Depan, Menciptakan Peluang Kerja yang Inklusif, Memperbaiki Iklim Investasi untuk Penciptaan Lapangan Kerja, Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang Berdaya Saing Global, Membina para Pelaku Usaha Sosial, Mengembangkan Talenta dan Pasar Lokal serta Meningkatkan Kualitas Modal Manusia. Nantinya ke delapan topik utama ini akan masuk ke dalam salah satu kategori; Makalah untuk Presentasi, Paparan Singkat (pitch), Pertunjukan Seni dan Budaya maupun ide dalam bentuk blog, video atau infografis yang sebagian akan dipilih untuk dipaparkan pada Pasar Ide dan Inovasi. Pengajuan proposal daring dibuka 29 Januari sampai 29 Maret 2019.

Rancangan IDF
Struktur IDF dirancang seputar empat ‘fase’: inspire, imagine, innovate, and initiate. Tiga fase pertama berlangsung selama dua hari forum. Setelah acara utama IDF, rangkaian lokakarya ‘initiate’ diselenggarakan untuk mengembangkan rekomendasi kebijakan konkret. Sesi Inspire mengedepankan praktik-praktik terbaik dari Indonesia dan negara-negara lain. Sesi-sesi ini ditujukan untuk menampilkan berbagai pendekatan untuk mengatasi tantangan pembangunan yang sudah berjalan efektif.

Narasumber dari berbagai wilayah di Indonesia dan dunia akan memaparkan contoh-contoh kebijakan dan praktik yang efektif, berdasarkan penelitian dan bukti. Sesi Imagine mendorong peserta untuk membayangkan suatu masa depan yang lebih inklusif, progresif dan berkelanjutan untuk Indonesia. Para pembicara akan mendorong peserta untuk membayangkan bagaimana Indonesia dapat bergerak menuju masa depan tersebut dan membahas bentuk-bentukkebijakan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sesi Innovate menampilkan berbagai gagasan dan solusi baru untuk mengatasi tantangan-tantangan pembangunan Indonesia.

Narasumber dari pemerintah pusat dan daerah, akar rumput dan organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan sektor swasta akan menjelaskan berbagai pendekatan, layanan dan teknologi baru yang telah mereka kembangkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan atau mengatasi tantangan dengan lebih baik. Sesi Initiate akan mengampu para pembuat kebijakan dan aktor pembangunan untuk merumuskan rencana aksi mereka, berdasarkan diskusi sepanjang forum.

 

Baca Juga :


Gagasan-gagasan apa saja yang dapat digunakan pembuat kebijakan untuk menyusun rencana pembangunan nasional dan daerah? Inovasi apa saja yang dapat ditingkatkan skalanya atau direplikasi? Dan bagaimana para pemangku kepentingan dapat melanjutkan kerja sama untuk memenuhi komitmen-komitmen ini?

Pendekatan dan cara berpikir baru yang ingin dilakukan penyelenggara IDF misalnya; menampilkan gagasan dengan melibatkan peserta dan menggunakan metode yang relevan bagi mereka. Menggunakan gaya presentasi seperti TEDTalk, para pemikir dan praktisi pembangunan utama akan memperkenalkan gagasan utama dan membingkai diskusi selama dua hari acara.

Ada pula Sesi Paralel Interaktif yang hendak mendorong diskusi aktif antar peserta. Metode diskusi ini digunakan mengingat bahwa baik pembicara maupun peserta sama-sama memiliki gagasan dan pengalaman berharga yang dapat disumbangkan. Para fasilitator akan menggunakan berbagai teknik untuk mendorong partisipasi dan interaksi, seperti fishbowl, world café, scenario thinking, dan future search. Serta ada pula Perekaman Grafik dalam sesi pleno dan paralel yang digunakan untuk menangkap gagasan peserta selama diskusi berlangsung. Kata-kata kunci, frasa, gambar dan simbol menghasilkan representasi visual dari berbagai tema, wawasan dan perspektif yang muncul dari diskusi.

Setelah itu ada Pasar Ide dan Inovasi yang memberi ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan mengenai berbagai solusi baru untuk tantangan pembangunan – teknologi inovatif, pendekatan yang segar, atau produk dan layanan baru – dan mengidentifikasi peluang kolaborasi. Para pemapar akan menyampaikan paparan singkat dan menjawab pertanyaan dari peserta.

Peserta IDF adalah Menteri dan pembuat kebijakan lainnya, Pejabat pemerintah pusat dan daerah, Akademisi dan peneliti, Ahli dan praktisi pembangunan internasional dan nasional, Perwakilan ONP dan lembaga filantropi, Mitra sektor swasta serta Media.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan