logoblog

Cari

Tutup Iklan

Cetuskan Ide Smartphone Ramah Anak

Cetuskan Ide Smartphone Ramah Anak

Perhatian pemerintah dari berbagai lintas sektor dan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat mengenai permasalahan perkawinan anak di NTB merupakan hal yang

Teknologi

Syarlaili Humairoh
Oleh Syarlaili Humairoh
01 Agustus, 2018 13:34:18
Teknologi
Komentar: 0
Dibaca: 1326 Kali

Perhatian pemerintah dari berbagai lintas sektor dan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat mengenai permasalahan perkawinan anak di NTB merupakan hal yang sangat serius.

Menurut data BKKBN, angka perkawinan anak pada tahun 2015 di NTB masih tinggi. Rekor tertinggi dipegang oleh Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah, dengan angka 67,15 persen dan 63,28 persen.

Oleh karena itu dalam kegiatan Focus Group Discussion Bale ITE yang membahas mengenai “Mengurangi Jalan Panjang Perkawinan Anak di NTB” yang berlangsung di Aula Bale ITE Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, selasa (31/7).

Dalam kegiatan tersebut berbagai masukan mengenai masalah perkawinan anak dan juga ide - ide baru yang dapat membantu memfasilitasi anak-anak dalam melakukan pergaulan sehari-hari agar tidak terjerumus untuk melakukan perkawinan anak.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Diskominfotik NTB Fairuzz Abadi, S.H memberikan sebuah ide untuk menerapkan sebuah smartphone ramah anak. Ide ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh anak - anak dalam melakukan komunikasi.

 

Baca Juga :


“Tadi kita berbicara mengenai teknologi, adakah kemungkinan pemerintah bisa menyediakan smartphone ramah anak?? Kenapa tidak ?? Kementerian kominfo juga bisa memfasilitasi seperti dapat memblokir konten-konten negatif untuk anak, setidaknya pertemuan ini bisa merekomendasikan agar pemerintah dalam hal ini Kemnkominfo memasilitasi penyediaan sarana telekomunikasi berbasis anak” jelasnya.

Selain itu Sekdis Kominfotik juga menegaskan perlunya kampanye kepada seluruh masyarakat. Hanya saja saat ini harus diperhatikan metode kampanye disesuaikan dengan kebiasaan anak - anak ketika tertarik pada suatu hal, misalnya anak - anak yang lebih suka membaca kata - kata yang ada di sosial media, tentu saja informasi tersebut dapat disampaikan melalui internet.

“Bagaimana cara kita menyampaikan informasi baik atau tidak itu melalui internet agar dapat dimanfaatkan untuk masyarakat, seberapa besar orang - orang yang siap untuk mengisi yang dituangkan dalam kanal - kanal digital kemudian dapat di publish” jelasnya. (ely - tim media)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan