logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penyuluh Melakukan Demplot Pertanian Konservasi Di Bima

Penyuluh Melakukan Demplot Pertanian Konservasi Di Bima

FAO Indonesia Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Pertanian memperkenalkan sistim pertanian konservasi dengan komoditi utama jagung. Pengembangan demplot pertanian konservasi tersebut diikuti

Teknologi

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
19 Desember, 2017 08:42:44
Teknologi
Komentar: 0
Dibaca: 838 Kali

FAO Indonesia Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Pertanian memperkenalkan sistim pertanian konservasi dengan komoditi utama jagung. Pengembangan demplot pertanian konservasi tersebut diikuti 40 penyuluh se Kabupaten Bima dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare. Sementara lokasi penanaman berada di So Rade Dana Mee Desa Bolo Kecamatan Madapangga. Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari (27 s/d 30/11/2017) dengan pembagian 2 hari di kelas dan 2 hari di lapangan akan lebih maksimal dalam mengenalkan pertanian koneservasi khususnya di kabupaten bima daerah penggunungan yang sebagian besar wilayah sangat cocok untuk diterapkan aplkasinya.

Peserta Pelatihan Membuat Lubang Tanam Sistem Pertanian Konservasi di Lahan DemplotZaenudin menjelaskan, program pertanian konservasi merupakan kerjasama antar FAO dengan Kementerian Pertanian. Dalam sistim pertanian konservasi terdiri dari tiga prinsip utama, yakni pertama mengurangi pengolahan tanah serendah-rendahnya hingga tidak diolah sama sekali,  kedua menutup permukaan tanah secara terus menerus dengan sisa tanaman serta ketiga penanaman tumpeng sari dengan pergiliran tanaman.

"Penerapan prinsip-prinsip pertanian konservasi secara terus menerus akan memberikan manfaat baik secara sosial, ekonomis, dan ekologis,"ungkap koordinator lapangan program FAO Provinsi NTB.

Pada saat ini, sistim pertanian konservasi seperti ini merupakan sebuah kebutuhan. Khususnya untuk meningkatkan daya dukung lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan terkait dengan cuaca yang tidak menentu. Selain itu juga, kebiasaan pola petani dalam melakukan penanaman yang sangat memperhatinkan bahkan merusak kelestraian alam khususnya kandungan unsur hara mikroorganisme dalam tanah.

Sebagian besar kabupaten Bima mempunyai lahan penggunungan dengan tingkat kemiringan tertentu, para petani secara masif menanam jagung tanpa memperhatikan kaidah pengelolaan lahan yang berkelanjutan. "Mereka masih sering membakar dan mengolah tanah secara sempurna. Hal ini jelas akan berdampak pada degradasi lahan hingga mengakibatkan tanah longsor," tegasnya.

"SePeserta Melakukan Penutupan Lahan Dengan Sisa Tanaman Sistem Pertanian Konservasi di Lahan Demplothingga pola pengelolaan lahan seperti itu akan coba kita perbaiki dengan pendekatan melalui pertanian konservasi ini saat ini," lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Kisman, SP, M.Si saat membuka acara pelatihan tersebut. "Dengan sistem pertanian konservasi yang ramah dengan lingkungan alam sekitar. Sehingga untuk mencapai pertanian secara berkelanjutan dan memperbaiki mata pencaharian petani melalui peningkatan hasil pertanian dengan mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah serta menjaga kelembaban tanah," ungkapnya

Pemerintah daerah kabupaten Bima sangat memberikan arpesiasi atas kinerja penyuluh saat ini untuk menjaga kelestarikan alam lingkungan pertanian.

 

Baca Juga :


Pemerintah melalui bidang penyuluh  dinas pertanian dan perkebunan kabupaten bima memberikan dukungan sarana prasarana kepada penyuluh berupa sepatu boot, jas hujan, tas dan topi penyuluhan dilapangan dalam membina dan mendampingi petani pada masing-masing wilayah kinerja peryuluhan pertanian.

Dengan 3 pilar prinsip pertanian konservasi adalah pengolahan tanah seringan-ringannya, penutupan permukaan tanah secara permanen dan pergiliran tanaman atau rotasi tanaman.Untuk jangka panjang adalah meningkatkan kandungan bahan organik yang dibutuhkan oleh tumbuhan, menurunkan biaya produksi serta produksi yang dihasilkan lebih stabil. "Sedangkan manfaat pertanian konservasi untuk jangka pendek adalah meningkatkan infiltrasi air kedalam tanah, menurunkan larian air hujan, mengurangi penguapan air dari tanah sehingga menurunkan tingkat setres tanah akibat kekurangan air," ungkapnya.

Peserta Pelatihan Melakukan Pemupukan Organik Sistem Alur di Pertanian Konservasi

Sedangkan dari tim pendamping penyuluh provinsi Syamsul Riyadi mengatakan bahwa dalam sistim pertanian konservasi ini, selain kita menanam jagung sebagai tanaman utama, juga ada tanaman yang ditumpang sarikan yaitu kacang-kacangan (legume). "Dengan demikian, selain dari tanaman utama, petani akan mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari tanaman kacang-kacangan lainya pada lahan demplot petani," ungkapnya

Syamsul Riyadi berharap pelatihan pertanian konservasi ini dapat berlanjut dan kesimbungan dan dikembangkan di daerah kabupaten bima. Sehingga sumber daya alam bisa terselamatkan.
Kita memperkuat kapasitas penyuluh sebagai pendamping petani agar mereka mampu memperluas penyebaran informasi dan teknologi pertanian melalui sistim pertanian konservasi. Dukungan pemerintah daerah tentu sangat strategis agar pertanian konservasi ini bisa diperluas di daerah ungkap syamsul penyuluh provinsi dengan wilayah binaan kabupaten Bima.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan